Recent Posts

Catatan Monev PKM 2014

Alhamdulillah hari ini (11 Juli 2014) usai sudah perjuangan selama kurang lebih 5 bulan sejak diumumkan bahwa proposal penelitian saya kembali didanai oleh Dikti. Kali ini saya masih concern mengangkat tema arsitektur tradisional Sunda. Susunan tim tidak mengalami perubahan. Kawan-kawan masih mempercayai saya untuk menjadi ketua tim. Besar harapan kami untuk kembali bertarung di ajang pekan ilmiah mahasiswa nasional (PIMNAS).

Monev PKM tahun ini sedikit istimewa dibandingkan tahun sebelumnya. Biasanya pihak panitia menyelenggarakan monev di gedung PKM UPI, kali ini diselenggarakan di Auditorium Gedung JICA FPMIPA UPI. Meski saya mahasiswa UPI tapi kesempatan untuk masuk ke dalamnya sangat langka, terlebih saya bukan mahasiswa FPMIPA. Saya pernah bermimpi untuk sekedar duduk menyaksikan seminar di sana, tapi ternyata Allah mengabulkan mimpi dengan bonus duduk sebagai presenter juga di sana :)

Megahnya gedung JICA FPMIPA UPI – gedung ini merupakan bantuan dari Jepang. Konon kabarnya arsitek dan tukang yang membangunnya pun berasal dari Jepang

Helatan monev digelar selama dua hari berturut-turut dari mulai tanggal 10-11 Juli 2014. Acara pembukaan dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 10 Juli 2014 oleh Wakil Rektor UPI Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan beserta Direktur Kemahasiswaan UPI. Reviewer dari Dikti berjumlah dua orang, maka dari itu pelaksanaan monev dibagi menjadi dua kelas. Saya beserta tim harus bersabar menunggu giliran untuk dipanggil presentasi. Sampai pada akhirnya kami mengetahui bahwa giliran kami akan tiba di hari ke-2. Jadi kami memutuskan kembali ke rumah masing-masing untuk mempersiapkan energi pada esok hari saat monev.

Suasana presentasi monev PKM di Auditorium JICA UPI

Hari berikutnya, saat giliran monev kami tiba, Alhamdulillah dosen pendamping kami, Pak Nuryanto berkesempatan hadir menyaksikan presentasi kami. Namun masalah muncul saat kami naik ke atas panggung, laptop yang biasanya saya gunakan tiba-tiba hang. Kejadian itu sempat membuat saya panik, karena waktu sudah berjalan. Alhamdulillah dengan ketenangan dan kesabaran kami bisa mengatasinya. Beruntung waktu presentasi kami tidak melewati batas yang ditentukan bahkan saat kami selesai memaparkan program, reviewer menawarkan “masih ada cukup waktu sedikit lagi, apa ada yang mau ditambahkan lagi ?” begitu katanya namun kami mengatakan sudah cukup.

Kemudian sesi tanya jawab pun dilancarkan. Tidak mudah menebak arah pertanyaan reviewer. Kecermatan menanggapi pertanyaan yang diajukan sangat penting. Terkadang ada pertanyaan yang menjebak dan hal tersebut perlu diwaspadai. Beruntung sebelumnya kami berlatih memprediksi pertanyaan-pertanyaan yang akan “keluar”. Sehingga pada saat sesi tanya jawab kami bisa menghadapinya dengan lancar :)

Maket, sebagai produk PKM-Penelitian

Secara Subjektif kami melihat ekspresi reviewer dan arah pertanyaannya yang sangat antusias ingin mengetahui keunggulan produk PKM kami, nampaknya UNDIP semakin dekat. Semoga kami diberi kesempatan kembali untuk presentasi di PIMNAS 27 Universitas Diponegoro Semarang pada bulan Agustus mendatang :)

(Bandung, Indonesia – malam Nuzulul Quran Ramadhan 1435 H, 22.35 WIB)

  1. Konsep Tri Hita Karana pada Arsitektur Bali Leave a reply