Penataan Kawasan Braga


ImageKawasan Braga sangat erat kaitannya dengan cikal bakal pembangunan Kota Bandung yang kita kenal sekarang. Pada tahun 1931, Ir. Thomas Karsten (sebagai anggota Komisi Loggemenn), memaklumkan SVO (Stadsvormings Ordonantie) sebagai petunjuk perencanaan kota di Hindia Belanda. Bersama Prof. Dr. Ir. CP Mom, Ir. JP Thijsse, Ir. EH Roo, Ir. RLA Schoemaker, Ir. CPW Schoemaker, mereka meneliti masalah arsitektur tropis dengan iklim panas yang lembab. Untuk penataan kawasan Braga diterbitkanlah panduan sebagai berikut:

  • Muka bangunan tanpa halaman muka, langsung berhubungan dengan tepi jalan.
  • Antara bangunan yang berdampingan harus menerus; tanpa ruang kosong diantaranya.
  • Ketinggian bangunan dibatasi sampai 2 lantai, lantai dasar untuk komersial dan bagian belakang serta atas untuk hunian. Tampilan bidang horizontal dan vertikal haruslah memberikan kesan yang selaras.
  • Bidang muka lantai dasar harus dilengkapi pintu masuk dan dinding kaca etalage. Jendela kaca boven-licht bagi penerangan ruang dalam. Dilengkapi lubang ventilasi alami. Berubah dari peraturan bangunan kota Bandung yang mensyaratkan bentuk open bebouwing menjadi gesloten bebouwing

sumber : Sugiri Kustedja. dalam  Pemberdayaan Jalan Braga Sebagai Kawasan Arsitektur Kolonial Tropis Bandung”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s