Keraton Yogyakarta Hadiningrat


541868_10151336933467477_31130768_n

Keraton ini mulai dibangun pada tahun 1755 oleh Pangeran Mangkubumi yang kemudian menjadi Hamengkubuwono I. Beliau merencanakan suatu susunan perumahan yang mencerminkan struktur sosial di bawah kedaulatan yang baru. Dalam sistem ini raja adalah pusat dan satu-satunya sumber kekuatan, dalam keraton ini ia dikelilingi oleh keluarga dan kerabat dekatnya. Lapisan berikutnya adalah para abdi setia yang terpilih dan baru di luar itu orang kebanyakan.

Keraton disusun sebagai serangkaian pekarangan yang tersusun simetris sepanjang sumbu utara-selatan. Tatanan ini mengarah ke pusat yaitu pekarangan terdalam, Kedathon, tempat Sultan bekerja sehari-hari.

pekarangan ini diapit di sisi timur oleh pekarangan Kasatriyan, yaitu tempat tinggal putra-putra Sultan yang belum menikah. Sementara itu, sisi barat adalah Keputren, tempat tinggal para istri dan anak-anak Sultan. Di ujung terbarat adalah Dalem Kedhaton Kilen, kediaman Ibunda Sultan, orang yang paling tinggi kedudukannya dalam keluarga Sultan. Arah timur ke barat ini berselarasan dengan perjalanan Sultan, sewaktu muda di sisi timur (dalam bahasa Jawa ‘timur’ berarti ‘muda’), kemudian sebagai Sultan berdiam di tengah sedang masa tua adalah sisi matahari terbenam.

inti dari pekarangan Kedathon adalah bangunan utamanya, Prabayeksa. Di tempat inilah tersimpan inti kekuatan raja-raja Jawa. Di sinilah semua pusaka disimpan untuk dikembangkan dan diarahkan oleh pemiliknya, yaitu Sultan. Bangunan besar ini hampir tertutup sama sekali dan berkesan kosong karena memang tidak ada yang meninggali bangunan ini lagi sejak Hamengkubuwono I mangkat. Bagaimanapun, bangunan inilah inti kerajaan, sesuai dengan namanya praba (=sinar, wibawa) yeksa, yasa (=mengusahakan, mengembangkan). Singkatnya, ‘pengembang kewibawaan’ raja.

Jika keraton mengarah ke sumbu utara-selatan, maka Prabayeksa menghadap ke timur, ke arah terbitnya matahari. mungkin ini ada hubungannya dengan tradisi pertanian karena di keraton pasisiran semua bangunannya mengarah utara dan selatan. Bangunan-bangunan lain di pekarangan ini Gedong Jene yang menjadi tempat tinggal sebenarnya bagi Sultan, sekaligus tempat kerja dan menerima tamu-tamu resmi. Di depan Prabayeksa adalah Bangsal Kencana, bangunan terbuka untuk pertunjukan dan pergelaran.

Ke sebelah utara pekarangan Kedhaton adalah pekarangan Srimanganti, tempat para tamu menunggu sebelum diizinkan masuk ke Kedhaton. Ke luar melalui gapura Srimanganti adalah pekarangan Kemandhungan Utara dan melalui gerbang Brajanala mencapai Sitihinggil dan Pagelaran, bagian paling depan komplek Keraton tempat Sultan duduk menghadapi rakyatnya yang berkumpul di Alun-alun.

Sama halnya dengan arah selatan, melalui Gerbang Kemagangan masuk ke pekarangan Kemagangan lalu di seberangnya Gerbang Gadungmlati yang menghubungkan ke pekarangan Kemandhungan Selatan. Dari sini, Sitihinggil Selatan terhubung oleh Gerbang Kemandhungan. Terakhir adalah Alun-alun Selatan yang sedikit lebih kecil dari Alun-alun Utara.

Seluruh kompleks ini seluas 14000 meter persegi  masih dikelilingi oleh dinding tinggi atau benteng. Lima gerbang menghubungkan keraton ke dunia luar. Yaitu Tarunasura atau Wijilan di arah timur laut, Jagasura atau Ngasem di barat laut, Jagabaya atau Tamansari di barat, Nirbaya atau Gading di selatan serta terakhir Madyasura di arah timur.

Di luar benteng sebenarnya masih ada beberapa unsur yang termasuk dalam konstelasi Keraton Yogyakarta, yaitu Tamansari di sisi barat daya keraton. Tugu atau Pal Putih di ujung utara kota serta Panggung Krapyak jauh ke arah selatan. Tamansari adalah sebuah kompleks bangunan yang sangat menakjubkan, sebuah taman bercengkerama yang bentuknya luar biasa, tempat Sultan berhubungan dengan Penguasa Laut Selatan, tetapi sekaligus juga sebagai pertahanan terakhir jika keraton diserbu musuh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s