Pimnas 26 Mataram #2 – Presentasi yang DItunggu


Persiapan pembukaan dilakukan di kampus Universitas Mataram. Disini satu persatu delegasi perguruan tinggi akan disambut oleh panitia. Oh iya karena event ini berskala nasional, disiarkan stasiun TVRI juga lho

Kegiatan pembukaan ini berlangsung dari pagi kurang lebih jam 9 an sampai jam 12 siang. Cukup melelahkan juga

materi dalam pembukaan ini diisi oleh sambutan-sambutan. Ada sambutan dari ketua panitia penyelenggara, Dirjen Dikti, pihak Universitas Mataram juga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M.Nuh. Dalam pidatonya pak Menteri, beliau mengapresiasi mahasiswa yang sudah sampai di PIMNAS ini. Oh iya.. hadir juga Gubernur Nusa Tenggara Barat, Tuang Guru Bajang Zainul Majdi selaku provinsi tuan rumah penyelenggara PIMNAS 26. Beliau sempat mempromosikan keindahan alam daerahnya. Kedengarannya menarik πŸ™‚

Setelah selesai acara pembukaan, rombongan delegasi UPI dikumpulkan untuk briefing. Pak Wakil Rektor UPI saat itu yang memimpin. Berikut ini adalah video rekaman cuplikannya. ( terima kasih kepada teteh Linoharsih atas videonya πŸ™‚ )

Meski setelah pembukaan sudah dimulai penampilan peserta, sayangnya tim kami belum diizinkan untuk tampil di hari tersebut. Alhamdulillah hari ini (11 September 2013) kami akhirnya maju untuk mempresentasikan hasil karya PKM. Dengan balutan jas almamater, kami tampak siap untuk bertarung πŸ˜€ memang aroma persaingan cukup kental di dalam ruangan presentasi. Lokasi presentasi agak cukup jauh. Lokasinya ada di gedung Fakultas Teknik Universitas Mataram. Biasanya kami menumpang bus pariwisata untuk mencapai venueΒ (Universitas Mataram), namun kami diturunkan tidak pada lokasi presentasi, melainkan di Auditorium Universitas Mataram. Jarak dari Auditorium ke Fakultas Teknik cukup memakan waktu. Kami harus jalan kaki untuk mencapainya. Maklum Fakultas Teknik biasanya letaknya selalu di belakang, terpisah dengan fakultas lainnya. Mungkin kesannya mengeneralisir ya ? Entah kenapa seperti itu tapi ini sama dengan keadaan di kampus kami.

Hari itu kami mempresentasikan karya PKM-P kami yang berjudul “Desain Pengembangan Green Architecture di Kawasan Dago dengan Pendekatan Arsitektur Tradisional Sunda” di hadapan tiga orang juri. Dewan juri yang dikomandoi oleh Ibu Dr. dr. Indwiani Astuti tampak tertarik terhadap penelitian kami. Walaupun latar belakang pendidikan mereka jauh berbeda dengan kami, tampak rasa ingin tahu yang besar. Hal ini dapat diamati dari pertanyaan-pertanyaan yang terlontar dari dewan juri Bapak Dr. E. Bimo Aksono dab Bapak Putu Gde Ariastita, ST, MT. sama sekali jauh berbeda dengan pertanyaan yang dilontarkan kepada peserta lainnya. Tidak ada maksud untuk mematahkan teori maupun menjatuhkan hasil penelitian kami, justru mereka ingin mengetahui lebih jauh

Setelah presentasi, dosen pembimbing kami yaitu Bapak Nuryanto, S.Pd, MT. memuji performa kami.. hehehe. Beliau merasa sangat senang karena menurut beliau adalah hal yang bagus ketika dewan juri sampai mengatakan “tertarik pada penelitian” kami :D. Namun pada akhirnya karya kami ini tidak mengantarkan kami untuk meraih medali. Namun kami tetap senang dan bangga dengan pencapaian kami. Bisa tampil dalam panggung nasional yang bergengsi saja adalah sebuah mukjizat. Kami tidak pernah menduga sebelumnya kalau karya kami ini akan sangat dihargai sehingga kami diberikan kesempatan untuk membanggakannya di hadapan mahasiswa-mahasiwa terbaik dari seluruh Indonesia πŸ™‚

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s