Mataram, UPI

“Sebetulnya juri terlihat sangat tertarik dengan desain rumah panggung, sangat menarik karena berkaitan dengan sistem kosmologi, tetapi juri terlihat kurang menguasai materi tentang topik Arsitektur Tradisional Sunda, hanya fokus pada kosmologi serta bagaimana hubungan antara Green Architecture dengan Arsitektur Tradisional Sunda (rumah panggung), sehingga membuat mahasiswa terlihat kesulitan menangkap arah pertanyaan dari juri yang intinya bertanya tentang bagaimana perubahan perilaku penghuni setelah rumahnya dikembangkan dengan pendekatan Arsitektur Tradisional Sunda,” ujar Nuryanto, S.Pd., M.T. Ars., saat mengamati anak didiknya melakukan presentasi dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-26 di Universitas Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin (9-13/9/2013).

Civitas akademika Jurusan Pendidikan Teknik Arsitektur FPTK UPI merasa puas dan bangga dengan lolosnya Hadi Yanuar Iswanto, Adam Priyadi, Ikhwan Nurtadril, dan Luthfi Pratama, karena mewakili jurusannya untuk tampil di tingkat nasional melalui Pimnas untuk kategori Program Kreatifitas Mahasiswa Penelitian (PKM-P) dengan judul Desain Pengembangan Green Architecture di Kawasan Dago dengan Pendekatan Arsitektur Tradisional Sunda, dibawah bimbingan Nuryanto, S.Pd., M.T. Ars.

Berkaitan dengan PIMNAS, Nuryanto mengungkapkan beberapa hal, antara lain tahap persiapan yang kurang/minim, sehingga berdampak pada kurangnya rasa percaya diri. Menurut Nuryanto,“Sebaiknya UPI membuat format yang baku dalam tahap pembinaan dibuat melalui pengkaderan dan proses penjaringan bibit mahasiswa berprestasi mulai dari jurusan hingga fakultas, mahasiswa diarahkan secara khusus oleh dosen sesuai dengan keahliannya. Menjelang pelaksanaan mahasiswa tersebut dikarantina untuk melakukan latihan simulasi presentasi, memupuk kepercayaan diri, motivasi, keberanian, dan lain sebagainya. Karantina ini didampingi oleh dosen pembimbing dan dosen ahli sesuai bidangnya.

“Tahap Evaluasi harus dilakukan mulai dari persiapan hingga format pembinaan atau pengkaderan. Pimpinan universitas harus meningkatkan upaya dalam mendorong para dosen melakukan sosialisasi pentingnya PIMNAS kepada mahasiswa yang didalamnya terdiri dari beberapa bidang (penelitian, pengabdian masyarakat, karsa cipta, teknologi, wirausaha, dll). Dosen-dosen yang mendapatkan program hibah penelitian, sebaiknya melibatkan mahasiswanya dalam memacu semangat meneliti mahasiswa,” ujarnya. “Pada saat pelaksanaan dan selesai PIMNAS, institusinya harusnya memberikan penghargaan kepada mahasiswanya melalui berbagai cara,” tutupnya. (dodiangga)

sumber : http://berita.upi.edu/2013/09/17/nuryanto-sebaiknya-upi-membuat-format-baku/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s