Salah satu sudut Kampung Dukuh - Source : Nuryanto (2014)
Salah satu sudut Kampung Dukuh – Source : Nuryanto (2014)

Paul Oliver, profesor Arsitektur di Oxford Brookes University, telah mengabdikan dirinya untuk melakukan studi di bidang Arsitektur Vernakular. Menurut beliau, definisi Arsitektur Vernakular adalah sebagai berikut :

“Vernacular Architecture is now a term most widely used to denote indigenous, tribal, folk, peasant, and traditional architecture.” Oliver traces the origin of the word “Vernacular” to the study of language. He says, “The word derives from the Latin vernaculus, native, extending the linguistic analogy that is frequently applied to the language, grammar, and syntax, and even to the style or manner of its expression of formal architecture. The vernacular is a local or regional dialect, the common speech of building.”

Kemudian The International Council on Monuments and Sites (ICOMOS), sebuah organisasi internasional non-pemerintah yang didedikasikan untuk konservasi monumen dan situs di dunia memiliki piagam yang ditulis untuk tujuan melindungi bangunan heritage vernakular. Menurut piagam tersebut, definisi Arsitektur Vernakular adalah sebagai berikut:

“Vernacular building is the traditional and natural way by which communities house themselves. It is a continuing process including necessary changes and continuous adaptation as a response to social and environmental constraints.”  It emphasizes the importance of the vernacular as part of our cultural heritage. “It is the fundamental expression of the culture of a community, of its relationship with its territory and, at the same time, the expression of the world’s cultural diversity.”

Lebih jauh dari itu Lung dan Davis (2015) berpendapat bahwa arsitektur vernakular harus mencakup bangunan dan lanskap. Sebuah perkotaan atau pedesaan, yang dibuat oleh orang-orang biasa, berdasarkan pada pengetahuan bersama yang umum dipahami dan dibagi di antara orang-orang dari akar budaya atau etnis yang sama. Dan yang lebih penting, pengetahuan yang turun temurun dalam bentuk tradisi. Proses vernakular adalah proses transmisi pengetahuan dari satu generasi ke generasi.

Untuk lebih memahami arsitektur vernakular ini tahun 2013 lalu saya tanyakan langsung kepada dosen saya, Pak Nuryanto. Menurut beliau secara sederhana arsitektur vernakular itu adalah arsitektur yang dibangun tanpa arsitek profesional. Dalam konteks arsitektur vernakular Sunda, dalam membangun sebuah bangunan atau rumah tinggal ada proses tradisional yang harus dilakukan. Ide desain hingga pelaksanaan pembangunan biasanya dikerjakan oleh tukang bas.

Kosmologi Arsitektur Sunda - Source : Hadi Yanuar Iswanto (2013)
Kosmologi Arsitektur Sunda – Source : Hadi Yanuar Iswanto (2013)

References

[1] Catatan Online Learning The Search for Vernacular Architecture of Asia (Part 1), The University of Hongkong – 2015

[2] Paul Oliver Vernacular Architecture Library

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s