situs iuran inovasi urang bandung

Ide Untuk Bandung di Masa Depan


Beberapa waktu lalu saya menuangkan beberapa ide pada website IURAN.id. Dalam info resminya diterangkan bahwa IURAN.id merupakan online platform yang menjadi wadah bagi para inovator untuk saling berbagi ide dan mewujudkan ide untuk membangun Bandung menjadi lebih baik lagi.
Kehadiran situs ini cukup membawa angin segar perubahan. Pencetusnya cukup jitu melihat peluang dari maraknya media sosial yang berkembang cepat di tengah masyarakat. Di luar pemerintahan sana ada berjuta-juta ide kreatif yang mungkin saja belum pernah terpikirkan oleh para eksekutif negeri.
Ide yang masuk akan dinilai dan dipilih untuk mendapatkan hadiah sehari menjadi walikota Bandung. Cukup menarik juga kedengarannya:)
Ide yang disampaikan banyak yang isinya serius, lalu ada juga ide gila. Nah, disini saya memilih tipe pertama, serius dan logis. Semua terinspirasi dari pengalaman sehari-hari menjadi warga Kota Bandung.
Karena website tersebut sifatnya terbatas, maka saya coba buat kumpulannya di blog ini. Mudah-mudahan bisa memberi inspirasi untuk yang membacanya. Jika kelak tidak terpilih menjadi walikota sehari, mudah-mudahan kelak saya terpilih menjadi walikota untuk 5 tahun:)

Gaya Desain Interior Modern


Sebagai seorang arsitek, merancang satu ruang boleh dikatakan susah-susah gampang. Tidak cukup bermodalkan keterampilan olah cad dan sketchup, pengetahuan dan inovasi menjadi kunci utama agar menghasilkan desain yang pas dan disetujui klien tentunya. Ada bermacam-macam gaya desain yang bisa dipilih, misalnya yang populer di telinga khalayak ada klasik, modern, retro, dan minimalis.

Dalam merancang, saya cenderung lebih suka dengan desain modern. Biasanya orang di sekitar saya menyebutnya minimalis. Tidak banyak permainan ornamen, benar-benar berbeda 180 derajat dengan gaya klasik yang memiliki banyak ornamen dan ukiran khas. Pada gaya desain modern, furnitur mulai dibuat dari bahan baja, plastik atau kaca dengan sedikit pemanis berupa garis-garis tegas tanpa ornamen. Desain furnitur dirancang secara simpel, fungsional, dan modular.

less is more – Ludwig Mies van der Rohe

logotvribaru_jpg1

Cakep Show : Cari Kemana Pesannya ?


Awalnya saya tidak sengaja memindahkan channel televisi ke saluran TVRI Nasional. Jarang sekali saya menonton saluran TVRI kecuali pada 17 Agustus untuk menyaksikan upacara peringatan detik-detik proklamasi dari istana negara. Selain karena saya jarang menonton televisi, acara di TVRI menurut saya terlalu serius, materinya agak berat untuk seusia saya.

Gedung TVRI - Source : CNN Indonesia

Gedung TVRI – Source : CNN Indonesia

Ada yang menarik perhatian saya untuk tidak beranjak dari channel TVRI ini. Sabtu malam sekitar pukul 20.00 WIB di TVRI ditayangkan program “Cakep Show”. Istilah cakep di sini bukan berarti seorang yang ganteng atau tampan melainkan sebuah akronim dari “cari kemana pesannya ?”

Pertama kali menyaksikan, saya belum mengerti maksud acara ini. Setelah dua-tiga kali menyaksikannya, saya mulai sedikit paham mekanismenya. Cakep Show hampir mirip seperti kuis menebak lagu, namun host-nya menegaskan bahwa tujuannya bukan sekedar menebak lagu tapi untuk mengajak kita menyanyi bersama lalu mencari pesan yang terkandung dari sebuah lagu berdasarkan persepsi masing-masing orang – biasanya dikaitkan dengan konteks masa kini.

Dua orang sinden (penyanyi) yang ayu jelita membuka acara dengan alunan suara yang merdu diiringi dengan paduan instrumen musik lokal yang familiar di telinga.  Ini membawa memori saya kepada acara komedi show Opera Van Java di Trans 7 yang menjadi trendsetter penampilan sinden dan musik lokal di layar televisi.

Acara ini dipandu oleh seorang host yang cantik, Conchita Caroline dan ditemani oleh tiga orang panelis yang disebut sebagai “trio pepesan” beranggotakan pakar komunikasi politik kondang, Effendi Gazali, Ph.D dan komedian Keliek Pelipur Lara atau yang lebih dikenal sebagai Ucup Keliek, serta satu orang lagi yang selalu membawa gitar – maaf, saya baru kali ini melihatnya, sepertinya orang baru di dunia hiburan.

Penonton yang hadir di studio biasanya merupakan komunitas atau mahasiswa yang kemudian akan dipilih satu atau dua orang untuk menjadi peserta. Setiap episode, dihadirkan peserta tamu khusus yang biasanya adalah tokoh yang sudah dikenal luas oleh masyarakat. Sebut saja beberapa diantaranya yang pernah mengisi acara ini adalah: Adhyaksa Dault (Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga), Krisna Mukti (Anggota DPR RI), Djarot S. Hidayat (Wakil Gubernur DKI) dan Rijanto (Wakil Bupati Blitar).

Cakep Show dibagi menjadi dua babak dan diselingi oleh hiburan ekstra seperti lawakan dari panelis atau unjuk bakat menyanyi dari peserta tamu khusus. Pada babak pertama, peserta diminta untuk memilih satu alfabet antara A sampai G. Di setiap alfabet tersembunyi judul lagu yang harus dinyanyikan. Jika peserta tidak mengenal lirik dari judul lagu yang dipilih, peserta boleh meminta bantuan kepada rekan-rekannya (penonton). Selesai menyanyi, peserta diminta pendapatnya terhadap pesan dari lagu yang dinyanyikan berdasarkan persepsinya masing-masing. Setelah itu trio pepesan akan menilai pendapat peserta. Biasanya lagu yang menjadi challenge di babak pertama ini adalah lagu-lagu daerah, lagu nasional atau lagu populer Djaman Doeloe. Seperti pada episode hari sabtu 24 Oktober lalu menampilkan lagu “Desaku”, “Gandrung” dan “O Inani Keke”. Tidak jarang para peserta mengalami kesulitan untuk memahami pesan dari lagu yang dinyayikan. Alasannya sederhana, bahasa daerah yang digunakan dalam lirik lagu tersebut tidak dapat dimengerti dengan baik oleh peserta. Jika itu terjadi, sinden atau panelis akan membantu peserta dengan menerjemahkan lirik lagu ke bahasa Indonesia.

Sering kali saya merasa geli dengan komentar-komentar trio pepesan sebagai panelis. Komentar pedas dan nyelekit khas Effendi Gazali, mampu menggiring pikiran saya untuk mengaitkan makna lagu kepada hal-hal yang terjadi di pemerintahan masa kini. Seolah tidak kehabisan ide untuk bisa mengkritik kebijakan pemerintah yang dinilai tidak tepat. Guyonan yang menjadi ciri khas Ucup Keliek tampil secara klasik dengan pembawaan khas yang memancing tawa setiap kali kamera menyorotnya. Ucup Keliek masih tampil sebagai parodi wapres JK seperti yang pernah dilakoninya di acara “Republik BBM dan “Republik Mimpi”. Ternyata humor klasik yang ditampilkan oleh trio pepesan itu masih bisa membuat saya tertawa ngakak.

Babak kedua masih sama dengan babak pertama yaitu menyanyikan lagu lalu menjelaskan pesannya. Perbedaannya di babak ini, peserta bisa meminta bantuan tidak hanya dari penonton di studio tapi juga dari sinden atau panelis. Jika di babak pertama nuansa lokal begitu kentara, kali ini lagu dangdut menjadi pemeran utamanya. Irama musik dangdut yang gembira membuat suasana semakin cair. Tidak sadar saya ikut hanyut dalam suasana dan bergoyang mengikuti ketukan irama.

Byn3OV_CUAEwCgj

Conchita Caroline – Source : twitter.com

Tidak terasa sudah memasuki penghujung acara, menurut host-nya, Conchita Caroline, acara Cakep Show ini terdiri dari satu musim. Jujur saja saya tidak terlalu mengerti apa yang disampaikannya, tapi intinya yang saya tangkap nanti akan ada acara grand final dan ada hadiah jutaan rupiah bagi juara pertamanya. Di setiap episode akan dipilih satu atau dua orang pemenang yang akan masuk ke grand final, begitulah kira-kira.

Setelah menonton acara ini saya masih penasaran dengan tujuan sebenarnya acara ini. Dari tiga episode yang sempat saya saksikan saya mencoba menganalisanya. Kehadiran Effendi Gazali dan Ucup Keliek di acara ini jelas mengingatkan saya pada acara “Republik Mimpi” yang menjadi hits di masanya. Saya menduga acara menyanyi ini hanya kamuflase belaka. Dalam berbagai kesempatan, panelis kerap melontarkan kritikan tajam pada pemerintah. Kadang-kadang secara halus menyindir kebijakan tokoh – politikus – yang menjadi tamu khusus di program ini. Kepiawaian Effendi Gazali dan Ucup Keliek mengolah kata dan kalimat tidak jarang membuat peserta yang notabene sebagai pejabat incumbent ini bermuka masam. Berani benar mereka tanpa basa-basi mengkritik langsung pas ada orangnya di depan mereka.

Yah .. apapun itu, saya pikir acara ini sangat menarik untuk disimak. Di saat banyak stasiun televisi berlomba-lomba menyiarkan drama yang tidak mendidik, show aliran musik modern, talk show yang lebih banyak bercandanya daripada ngobrol dengan narasumber, acara berita yang tendensius atau memuja-muji terhadap kebijakan pemerintah, Cakep Show hadir sebagai acara hiburan semacam kuis dengan variasi lawakan, khazanah musik lokal, dan sedikit bumbu kritik pedas secara proporsional. Semoga saja acara ini selalu konsisten dan berkembang agar tetap eksis.

Kelihatannya hari Sabtu dan Minggu malam saya berikutnya akan disibukkan dengan kegiatan “nonton tv” lagi:)

Satu.. Dua..tiga .. Cakeeepppp !

Banner World Food Day 2015 - Source : FAO

Hayu, Cek Harga Sembako di PRIANGAN.ORG !


Banner World Food Day 2015 - Source : FAO

Banner World Food Day 2015 – Source : FAO

Memperingati hari pangan sedunia (World Food Day), saya ingin share sebuah situs web yang berkaitan dengan pangan. Khususnya untuk Provinsi Jawa Barat memiliki sebuah situs yang bernama “PRIANGAN“. Jika Anda klik link tadi maka Anda segera akan dibawa menuju portal khusus milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang menampilkan informasi daftar harga pangan di Jawa Barat.

Screenshot Data Harga Komoditas di Kota Bandung - Source : priangan

Screenshot situs PRIANGAN : Data Harga Komoditas di Kota Bandung tanggal 16 Oktober 2015 – Source : priangan

Pada situs ini terdapat daftar harga beberapa jenis bahan makanan pokok, seperti beras, bawang, sayuran, cabai, daging sapi, daging ayam, ikan, hingga mie instan tersedia. Data yang ditampilkan dapat dipilih berdasarkan domisili. Ada 26 daerah yang tercakup dalam situs ini, diantaranya Kota Bandung, Kab. Sukabumi, Kota Tasikmalaya dan Kota Cirebon. Untuk memudahkan pemantauan, setiap jenis bahan pokok diberi grafik yang menunjukkan pergerakan harga dari hari ke hari. Selain itu informasi daftar bahan didesain dengan tampilan yang menarik dan mudah dipahami. Untuk bahan pokok yang mengalami kenaikan harga akan diberi tanda warna merah dan tanda warna hijau untuk yang mengalami penurunan. Sedang warna biru untuk bahan makanan yang harganya stabil.

Situs PRIANGAN sudah diluncurkan sejak tahun 2013 lalu dan sampai saat ini masih rajin diperbaharui. Namun jumlah pengunjungnya tidak cukup banyak. Seperti yang tertera pada situs ini dalam sebulan pengunjungnya mencapai 1.3K. sedang total kunjungan dalam minggu ini baru mencapai 209 view. Semoga saja Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat mempertahankan eksistensi situs ini dan memberikan data yang valid setiap harinya serta terus mengembangkan situs ini agar menjadi lebih baik. Menurut saya ini sangat bermanfaat bagi ibu-ibu rumah tangga untuk mendapatkan perbandingan harga.

References

[1] Berita Website Resmi Pemprov Jabar – 12 Nov 2013

[2] Portal Informasi Harga Pangan – PRIANGAN

[3] World Food Day at Expo Milano 2015

main

3 kata buat Kariage Kun : Kocak, Gokil, Jail


Tampilan sampul depan komik Kariage Kun Vol 50 versi Bahasa Indonesia - Source : Elex Media Komputindo

Tampilan sampul depan komik Kariage Kun Vol 50 versi Bahasa Indonesia – Source : Elex Media Komputindo

Generasi tahun 90’an pecinta komik seperti saya pasti kenal dengan nama Kariage, pegawai kantoran dari negeri Sakura dengan model rambut yang anti mainstream. Tingkahnya yang gokil abis, suka bikin kesal orang-orang di sekitarnya terutama Kepala Seksi Kimura yang selalu jadi langganan korban kejahilannya selalu bisa membuat tertawa saat membacanya.

Ini adalah profil Kariage menurut Wikipedia yang saya kutip ~ “Kariage Kun adalah manga karya Masashi Ueda yang diterbitkan oleh Futabasha. Manga ini diterbitkan pertama kali di Indonesia oleh Elex Media Komputindo pada tahun 1999 dan masih berlanjut sampai sekarang. Manga ini bercirikan 4 coma, yaitu manga strip yang setiap ceritanya hanya terdiri atas empat panel. Manga ini bercerita tentang seorang pemuda bernama Kariage yang bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan swasta bernama PT Honnyara. Sebagian besar cerita di manga ini menceritakan kejahilan Kariage dalam kehidupan sehari-hari, bahkan kadang-kadang berupa kritik sosial mengenai kehidupan masyarakat di Jepang.”

Kariage dalam setiap kesempatan selalu ingin menunjukkan karakter tersendiri. Orangnya nyeleneh dan ingin tampil beda dari yang lain (anti mainstream). Kariage seringkali berbeda pendapat dengan rekan-rekannya, sehingga ia sering disebut ‘orang yang memiliki pusar bengkok’ (peribahasa Jepang). Namun dasar Kariage selalu saja ingin menang dari orang lain, ada saja alasan-alasan yang membuat rekannya kesal dan membuat saya yang membaca tersenyum geli.

Kepala Seksi Kimura selalu saja menjadi korban kejahilan Kariage - Source : Toei Animation

Kepala Seksi Kimura selalu saja menjadi korban kejahilan Kariage – Source : Toei Animation

Kepala Seksi Kimura tampaknya menjadi sahabat Kariage sekaligus orang yang selalu menjadi sasaran kejahilan Kariage. Tidak hanya di kantor, di rumah kepala seksi pun Kariage selalu membuat atasannya itu kesal. Namun dalam beberapa kesempatan, Kariage dan Kepala Seksi Kimura menjadi satu tim yang kompak bahkan pada suatu hal yang konyol. Selain kepala seksi Kimura, Direktur perusahaannya pun sering menjadi korban kejahilan Kariage. Berani benar si Kariage ini, sampai pucuk pimpinan tertinggi perusahaannya pun ia jahili. Jika itu terjadi di dunia nyata, mungkin karyawan semacam dia sudah dipecat. Ini menarik, dalam sebuah cerita, Kariage dipecat oleh Pak Direktur. Namun tidak lama kemudian dia datang lagi melamar kerja ke perusahaannya dengan wajah tanpa dosa. Seperti yang kita lihat, sampai saat ini ia masih tetap menjadi karyawan di PT Honnyara. Entah kenapa meski prestasinya biasa-biasa saja bahkan cenderung terbelakang diantara rekan-rekannya, posisi dia selalu aman.

Sama halnya dengan Kepala Seksi Kimura, Direktur perusahaannya pun ternyata sering berkoalisi dengan Kariage untuk urusan pribadi dan perusahaanya. Seperti meminta bantuan Kariage untuk menghadapi pemilik gedung agar menunda pembayaran uang sewa bulanannya.

Kariage senang sekali menggangu bahkan pada orang yang tidak dikenalnya sekalipun - Source : myanimelist

Kariage senang sekali menggangu bahkan pada orang yang tidak dikenalnya sekalipun – Source : myanimelist

Setting dalam komik Kariage meliputi kehidupan sehari-hari. Umumnya setting perkantoran. Banyak juga yang mengambil setting di apartemen yang ditempati Kariage. Banyak sekali korban kejahilan Kariage mulai dari pemilik apartemen, tetangganya, polisi patroli, pegawai minimarket, orang-orang di restoran, bahkan orang tak dikenal yang cuma lewat saja pun kena. Selain itu kadang hadir juga tema pariwisata khas Jepang seperti onsen, hiking, memancing, hingga taman hiburan. Tentu saja lokasi-lokasi itu menjadi TKP berlangsungnya kejahilan Kariage.

Saat membaca komik Kariage ini rasa capek dan penat langsung hilang. Apalagi pada waktu dulu saat saya pertama kalinya membaca komik ini, saya masih duduk di bangku SD, komik Kariage menjadi pelarian dari pelajaran Matematika dan IPA yang bikin pusing. Jujur saja saat ulangan umum kenaikan kelas waktu SD dulu saya justru lebih sering membaca komik Kariage daripada menghafal pelajaran:) Tapi agak kaget juga ternyata nilai ulangan saya selalu bagus dan ga ada nilai jeleknya. Sebenarnya dulu saya membaca komik ini, yang bisa saya tangkap selain tingkah kocak dan jahilnya Kariage adalah kebudayaan Jepang yang digambarkan dalam komik ini. Perkenalan saya pada budaya Jepang memang diawali oleh kegemaran membaca komik. Sekarang saat dewasa, saya mulai membaca lagi komik ini ternyata banyak sekali pesan moral yang ingin disampaikan oleh pengarangnya.