Dana Abadi KPR FLPP: Masa Depan Pembiayaan Perumahan di Indonesia


Backlog perumahan di Indonesia masih menjadi tantangan serius dalam memenuhi kebutuhan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Program Sejuta Rumah dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah berhasil mengurangi backlog dari 17,52% pada 2020 menjadi 13,56% pada 2023—pencapaian yang menunjukkan komitmen dalam memperluas akses perumahan layak. Meski demikian, masalah anggaran dan fluktuasi fiskal tahunan terus … Continue reading Dana Abadi KPR FLPP: Masa Depan Pembiayaan Perumahan di Indonesia

Belajar Al-Qur’an: Konsep Utama Al-Fatihah (Ayat 1-7)


“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.” Surah Al-Fatihah adalah surah pembuka dalam Al-Qur’an dan memiliki posisi yang sangat istimewa. Ia disebut Ummul-Kitab (induk kitab) karena merangkum seluruh pokok ajaran Islam: Tauhid, Ibadah, dan Doa. Surah Al-Fatihah diturunkan di Mekah (Makkiyyah) pertama kali secara lengkap pada saat salat pertama kali disyariatkan. Surah ini terdiri … Continue reading Belajar Al-Qur’an: Konsep Utama Al-Fatihah (Ayat 1-7)

Perumahan Sejahtera: Refleksi dari Pemikiran Presiden Soeharto


Rumah tinggal, memang merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, di samping kebutuhan-kebutuhan dasar lainnya seperti pangan, sandang, kesehatan, lapangan kerja dan sebagainya. Tanpa rumah tinggal yang layak dan memenuhi syarat, sulit mewujudkan keluarga yang bahagia dan sejahtera.  Soeharto, 1985 Pada tanggal 3 September 1985, Presiden Soeharto meresmikan Rumah Susun Perumnas di Klender, Jakarta Timur. Acara … Continue reading Perumahan Sejahtera: Refleksi dari Pemikiran Presiden Soeharto

Ruang dan Emosi


Ruang seringkali hanya dianggap latar fisik. Sekadar tempat aktivitas terjadi. Sah saja berpikir begitu. Tapi coba rasakan bedanya: mengapa kita jauh lebih nyaman di rumah sendiri ketimbang di rumah teman? Atau mengapa tidur di rumah nenek terasa begitu menenangkan dibanding menginap di hotel mewah, meski fasilitasnya kalah jauh? Jawabannya bukan pada fisik bangunannya. Adalah kenangan … Continue reading Ruang dan Emosi

Ruang, Kota, dan Kita


Pernahkah terpikir, bagaimana sebuah sudut ruang bisa mengubah cara kita melihat dunia? Bayangkan kamar tidur yang sempit, bangku taman yang tenang, atau lorong sekolah yang riuh. Itu bukan sekadar lokasi fisik. Itu adalah potongan diri kita. Ingatan saya melayang ke satu dekade silam di Bandung. Pagi itu, saya menyusuri Jalan Braga saat udara sedang sejuk-sejuknya. … Continue reading Ruang, Kota, dan Kita

Menghidupkan Pemikiran Keynesian dengan Relevansi untuk Perumahan dan Peran Strategis Perumnas


Tahun 1930-an. Dunia sedang gelap-gelapnya. Great Depression menghantam tanpa ampun, merampas pekerjaan, rumah, dan harapan jutaan orang. Di tengah keputusasaan massal itulah John Maynard Keynes muncul. Ia bukan sekadar ekonom yang duduk manis di menara gading; ia adalah pembaharu yang berani menantang arus. Inggris saat itu bak kota mati. Pabrik-pabrik membisu, antrean pencari kerja mengular … Continue reading Menghidupkan Pemikiran Keynesian dengan Relevansi untuk Perumahan dan Peran Strategis Perumnas

Memaknai Hunian di Tengah Ketimpangan Kota-Kota Kita


Di Jakarta atau Bandung, rumah sudah lama berhenti menjadi sekadar tempat berteduh. Ia kini adalah lencana; penanda siapa kita, di mana posisi kita, dan setinggi apa mimpi yang berani kita kejar. Coba saja melintasi jalan-jalan protokol ibu kota. Mata kita pasti tergoda menengadah, menatap apartemen-apartemen pencakar langit dengan kaca berkilauan. Fasilitasnya bak surga: kolam renang … Continue reading Memaknai Hunian di Tengah Ketimpangan Kota-Kota Kita

Dari Parthenon ke Gedung Pencakar Langit


Arsitek Jerman, Ludwig Mies van der Rohe, pernah berkata bahwa arsitektur adalah “kehendak zaman yang diterjemahkan ke dalam ruang.” Pernyataan ini sederhana, namun mendalam. Setiap bangunan yang kita lihat hari ini, dari kuil Yunani yang megah hingga gedung pencakar langit di kota-kota besar, bukan hanya sekadar rangkaian batu bata, beton, atau baja. Mereka adalah bukti … Continue reading Dari Parthenon ke Gedung Pencakar Langit

Arsitektur dalam Dua Batu Bata


"Arsitektur dimulai ketika kita menyatukan dua batu bata dengan sungguh-sungguh." Kalimat Mies van der Rohe ini terdengar sepele, tapi maknanya dalam. Ia seolah menampar kita: bahwa arsitektur bukanlah sekadar menumpuk material setinggi langit. Ia adalah tentang kesadaran. Tentang bagaimana sebuah karya diberi "nyawa" lewat setiap sentuhan tangan yang menyusunnya. Di sinilah napas form follows function … Continue reading Arsitektur dalam Dua Batu Bata

Arsitektur dan Peradaban: dari Masa Lalu ke Masa Depan


Cobalah sesekali berhenti sejenak di depan bangunan tua di kota kita. Apa yang Anda lihat? Jika hanya tumpukan bata dan beton, lihatlah lebih dekat. Di balik dinding dingin itu, tersimpan gagasan besar yang pernah menyala di kepala seseorang. Arsitektur bukan sekadar material fisik. Ia adalah imajinasi yang menemukan bentuknya. Tempat di mana mimpi-mimpi manusia dibekukan … Continue reading Arsitektur dan Peradaban: dari Masa Lalu ke Masa Depan